BEKASI (KBK) – Deru dan asap kendaraan bermotor pagi itu sirna. Hawa sejuk dan udara segar nampak terasa merasuki hidung dengan leluasa, muda-mudi yang masuk generasi milenial terlihat berseliweran wara-wiri. Suasana seperti itu nampak jelas terlihat setiap pelaksanaan hari bebas kendaraan bermotor atau car free day (CFD) di kawasan stadion Patriot Candrabaga, Bekasi, Jawa Barat.
Namun ditengah keriuhan suasana CFD, terlihat Saman (77) berjongkok di pinggiran stadion. Tangan kirinya memegang mainan tradisional klotokan, sedangkan tangan kanannya memanggil-manggil pengunjung CFD guna menawarkan barang dagangannya. Berbekal kantong kresek hitam, Salman mengadu nasib di kota Patriot.
Zaman yang makin modern ternyata tak membatasi perjuangan Salman berjualan mainan tradisional, setiap akhir pekan kakek asal Tegal itu selalu datang “meramaikan” acara CFD di Kota Bekasi. Berbeda dengan mainan masa kini yang dibanderol dengan harga ratusan ribu, Salman hanya menjajakan mainannya dengan harga Rp 2 ribu per buah. Mainan kayu berkelir warna-warni itu merupakan satu-satunya harapan Salman untuk menyambung hidup.
Semangat Salman berjualan mainan tradisional ternyata memantik sejumlah netizen yang iba melihat dirinya. Salah satunya netizen bernama Maria Magdalena yang hatinya terketuk ketika melihat Salman berjualan. Ia lalu mengunggah Salman ke akun Facebooknya. Dalam sekejab postingan Maria yang memuat foto Salman mendapat respon positif.
“Pak Salman tinggal di daerah Karang Kitri Bekasi. Di Bekasi beliau hidup sendiri karena istrinya sudah meninggal,” tulis Maria dalam unggahannya yang dibagikan kepada akun Komunitas Ketimbang Ngemis Jakarta.
Dalam postingannya Maria juga mengajak segenap netizen untuk mampir dan membeli dagangan Salman yang makin disisihkan zaman.





