Kematian Bayi di Bulungan Tinggi

Ilustrasi

BULUNGAN –  Kasus kematian bayi lahir di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara selama 2016 cukup tinggi sehingga menjadi perhatian serius pemerintah daerah setempat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan, Hj Aryani Arsyad di Tanjung Selor mengatakan  jumlah bayi lahir yang meninggal dunia selama 2016 sebanyak 20 orang (kasus).

Ia mengaku, pihaknya mencatat kasus ini mengalami peningkatan dibandingkan 2015 yang tercatat ditemukan 15 kasus sementara 20 kasus per September 2016.

Untuk meminimalisir kasus kematian bayi dlahirkan, dia mengaku telah melakukan berbagai langkah di antaranya memaksimalkan pelayanan di puskesmas-puskesmas karena keberadaan ibu hamil tersebar di desa-desa.

Ia mengaku memang telah dibangun puskesmas pembantu (pustu) tetapi belum memenuhi syarat untuk melayani persalinan akibat keterbatasan fasilitas yang dimiliki.

Dia berharap  pustu diarahkan untuk melayani persalinan agar ibu-ibu hamil lebih dekat mendapatkan pelayanan saat hendak melahirkan.

“Maunya sih pustu-pustu sudah bisa melayani persalinan tetapi harus ditunjang sarana prasarana dan SDM yang memadai,” kata dia. Untuk merealisaiskan harapan itu, dibutuhkan anggaran yang besar.

Faktor lain yang menyebabkan tingginya angka kematian bayi dilahirkan adalah masih adanya pernikahan dini, yakni perempuannya belum siap secara mental dan fisik untuk melahirkan.

Rata-rata bayi yang meninggal dunia saat lahir di Kabupaten Bulungan karena ibunya masih muda usianya, ujar Aryani Arsyad. “Bayi yang meninggal saat dilahirkan memiliki berat badan di bawah 2,5 kilogram dan kekurangan gizi dalam kandungan,” katanya, dikutip dari Antara.

Advertisement