Tak Ada Harapan, Warga Aleppo Beramai-ramai Ucapkan Selamat Tinggal Lewat Twitter

Ilustrasi suasana mencekam di Aleppo/Ist

ALEPPO – Postingan warga Aleppo di media sosial twitter seolah menunjukan jika warga Aleppo sudah menyerah dan putus asa dengan perang yang terus membuat mereka terjepit.

Bana Alabad, salah seorang warga Aleppo berkicau di twitter, “Ayah saya terluka dan  sekarang saya menangis -.. Bana”.

Pesan Bana dilanjutkan oleh sang ibu yang mengatakan,  “Pesan terakhir – Saya sangat sedih tidak ada yang membantu kami di dunia ini, tidak ada yang mengevakuasi saya dan anak saya.

Pemboman secara intens terus dilakukan pemerintah Suriah dan  sumber militer Suriah mengklaim Tentara Suriah dan sekutu-sekutunya telah mengambil kontrol penuh dari semua kabupaten Aleppo yang ditinggalkan oleh pemberontak yang melarikan diri dalam keadaan panik.

Keputusasaan semakin menjadi setelah kesepakatan gencatan senjata yang seharusnya membuat warga sipil dapat melarikan diri tidak terealisasi.

Rami Zien, seorang warga mengucapkan selamat tinggal karena merasa tidak ada harapan, “Selamat tinggal, Terima kasih semua yang berdiri bagi kita dan membayar untuk kita. Tapi itu hampir berakhir dan mereka hanya beberapa jam lagi membunuh kami,” ungkapnya.

Sementara itu akun media sosial White Helmets, petugas penyelamat yang dinominasikan untuk Hadiah Nobel Perdamaian pada 2016 atas upaya mereka membantu korban konflik Suriah juga telah memposting keputusasaan di akun twitternya.

“Kami mendengar anak-anak menangis, kita mendengar panggilan untuk bantuan, tapi kami tidak bisa berbuat apa-apa. Kami sedang dibom terus menerus,” kicaunya, seperti dilansir abc.net.au.

 

Advertisement