Merajut Harapan dengan Tawarkan Jasa Translate 2 Bahasa

jasa
Melmi berdiri sambil menawarkan jasanya di Kota Tasikmalaya. Foto Istimewa

JAKARTA (KBK) – Hujan rintik yang merundung Kota Tasikmalaya, Jawa Barat tak mampu memadamkan semangat Mu’min. Bersenjatakan topi caping yang terbuat dari anyaman bambu dan jas hujan ponco berkelir kuning, ia menawarkan jasa kursus translate bahasa Inggris ke Jepang dan sebaliknya.

Kesederhanaan yang dimiliki Mu’min, mendorong kakek berusia 62 tahun itu memilih untuk berdiri dibawah tiang lampu lalu lintas sambil membawa sepotong papan hitam guna mengais rejeki. Kisah nyata ini sempat menjadi viral setelah netizen bernama My Ano Karno pemuda asal Sukaraja, Tasikmalaya mengunggahnya.

“Setiap saya main ke Kota Tasik menuju ke Masjid Agung  untk solat dan istirahat selalu melihat seorang bapak tua di stopan lampu merah perempatan alun-alun Tasikmalaya,” tulis Ano dalam postingannya.

Selain mangkal di lampu lalu lintas dekat alun-alun, kakek yang akrab disapa Melmi ini juga sering berkeliling keluar masuk gang guna menawarkan jasanya. Bersama sepeda tuanya Melmi menyebar ke berbagai sudut Kota Tasik. Sepintas dandanan Melmi tampak sederhana, tak mencirikan keahliannya yang luar biasa. Tak sedikit warga Tasik yang menganggap Melmi memiliki gangguan jiwa. Seharian penuh Melmi berdiri, tak satu pun warga yang mendekat.

Namun setelah Melmi diundang menjadi bintang tamu di salah satu acara talkshow di sebuah stasiun tv swasta, secara perlahan satu dua warga Tasik mulai mengakui kehebatannya dan siapa sangka ternyata Melmi merupakan mantan pegawai bank. Kehadiran Melmi dipandang oleh sebagian besar netizen merupakan kakek super karena memuliakan dirinya dari mengemis, di usianya yang makin menua semangat Melmi patut diacungi jempol. Semoga bara api semangat Melmi dapat menular ke pemuda-pemudi Bangsa.

Advertisement