GAZA – Di usia ke-29 tahun, Hamas konsiten mengembangkan senjata perlawanan, memindahkan beban kerja ke dalam Palestina yang dijajah Israel dan mendorong kuat intifadah.
Demikian Kepala Biro Politik Gerakan Perlawanan Islam Hamas Khaled Misy’al mengatakan dalam rangka Milad Hamas ke-29 tahun, Rabu (14/12/2016),.
Dia mengatakan, Hamas masih bekerja untuk mengembangkan senjata perlawanan, yang mengembalikannya diperhitungkan dalam intifadah pertama dan kedua, dan menjaganya dalam intifadah ketiga yang terus berlanjut hingga sekarang.
Dia menegaskan, gerakan Hamas menempatkan agenda utama mendatang adalah menjaga senjata perlawanan dan mengembangkannya serta mendistribusikannya ke semua wilayah Palestina.
“Capaian kami terbesar adalah menjaga senjata perlawanan. Kami memiliki saham istimewa dalam hal itu sejak berdiri 29 tahun lalu sampai sekarang untuk pembebasan tanah Palestina dari penjajahan Zionis,” jelasnya.
Misy’al mengapresiasi peran rakyat Palestina yang telah turut melindungi perlawanan. Dia mengatakan, “Hamas memiliki peras istimewa bersama dengan seluruh rakyat Palestina. Mengembalikan senjata dan peran perlawanan diperhitungkan lagi.”
Dikutip dari Info Palestina, Misy’al menyebut peran Jalur Gaza dalam pengembangan senjata perlawanan dan memaksa Sharon dan pasukannya mundur dari Jalur Gaza setelah membangun infrastruktur kekuatan senjata perlawanan meski mengalami blokade dan isolasi.




