Duterte Akui Pernah Bunuh Orang dengan Tangannya Sendiri

foto istimewa

FILIPINA – Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengakui bahwa ia pernah membunuh tiga orang dengan tangannya sendiri saat menjabat sebagai walikota Davao.

“Saya membunuh tiga orang,  saya tak tahu berapa peluru dari senjata saya yang menembus tubuh mereka. Itu memang terjadi dan saya tak bisa berdusta mengenai hal itu.” ungkapnya.

Beberapa jam sebelumnya,  juru bicara Duterte berusaha melindunginya dengan mengatakan bahwa pengakuan Duterte soal membunuh sendiri tersangka penjahat harus diartikan tidak secara harfiah.

Pengakuan bahwa dia membunuh langsung pernah diungkapkan Duterte pada Senin (12/12/2016) sebelum melakukan lawatan ke Kamboja dan Singapura, namun baru diketahui khalayak umum belakangan.

Kepada sejumlah pemimpin dunia usaha yang datang di istana, ia mengatakan: “Di Davao saya pernah melakukannya (pembunuhan itu) secara pribadi. Sekadar untuk menunjukan orang-orang (polisi) bahwa jika saya saja bisa melakukannya, mengapa mereka tidak bisa.” tambahnya, seperti dilansir BBC, Minggu (18/1/2016)

Duterte yang pernah menjabat sebagai walikota Davao selama dua periode hingga kini menjadi Presiden dikenal dengan reputasinya yang membasmi kejahatan dengan cara brutal, dan dituding mengerahkan pasukan pembunuh.

Pada masa kampanyenya, Duterte memang berjanji akan membunuh para pengedar narkotika dan sejak menjadi presiden Juni 2016, diperkirakan lebih dari 5.000 orang dibunuh tanpa proses hukum.

 

Advertisement