JAKARTA, KBKNEWS.id — Operasional haji 1447 H memasuki hari keempat dengan total 15.349 jemaah Indonesia telah diberangkatkan ke Tanah Suci.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 9.884 jemaah sudah tiba di Madinah dan menempati akomodasi yang disiapkan.
Di tengah kelancaran fase kedatangan, tantangan mulai muncul dari sisi kesehatan jemaah dan kondisi cuaca. Suhu di Madinah yang mencapai 34 derajat Celsius menjadi perhatian serius bagi petugas.
Hingga saat ini, tercatat 93 jemaah menjalani perawatan jalan, sementara satu jemaah lanjut usia asal Embarkasi Solo dilaporkan meninggal dunia akibat serangan jantung.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Ichsan Marsha, menegaskan bahwa mitigasi kesehatan menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan haji tahun ini. Menurutnya, setiap laporan di lapangan dijadikan dasar untuk memperkuat layanan bagi jemaah.
“Kami menaruh perhatian serius pada aspek kesehatan, setiap laporan menjadi dasar penguatan layanan agar jemaah dapat beribadah dengan aman dan nyaman,” ujarnya.
Sebagai langkah antisipasi, otoritas haji juga memangkas kegiatan seremonial di embarkasi guna mengurangi kelelahan jemaah sebelum keberangkatan.
Kebijakan ini terutama ditujukan untuk melindungi kelompok rentan, termasuk jemaah lanjut usia.
Selain itu, jemaah diimbau untuk menjaga kondisi tubuh selama berada di Tanah Suci, terutama dengan memperbanyak konsumsi air untuk mencegah dehidrasi di tengah cuaca panas.
“Kami mengimbau jemaah menjaga stamina, memperbanyak minum, dan mengikuti arahan petugas karena cuaca cukup panas,” kata Ichsan.





