Musim Dingin Ancam Ribuan Anak Pengungsi

Ilustrasi pengungsi Suriah

NEW YORK—Musim dingin dan temperatur sangat rendah menyelimuti seluruh Timur Tengah sehingga mengancam jutaan anak yang terpengaruh krisis di wilayah tersebut. Dana Anak PBB (UNICEF) meminta semua pihak ambil bagian untuk meringankan beban mereka.

UNICEF menghadapi kesenjangan dana sebanyak US$38 juta untuk menyediakan paket bantuan seperti pakaian dingin, selimut serta makanan untuk anak-anak dan keluarga. Dalam satu pernyataan pers, UNICEF mengatakan udara sangat dingin dengan temperatur berada pada titik beku.

Topan dan salju tebal diperkirakan menimbulkan kesulitan bagi semua keluarga yang terpengaruh oleh konflik di Suriah dan Irak. Mereka sudah berjuang untuk bertahan hidup dengan kondisi sangat minim.

Banyak keluarga telah meninggalkan rumah mereka akibat kerusuhan dan kini tinggal di berbagai kamp serta pusat penampungan sementara, dengan perlindungan minim dari serangan udara dingin yang menembus kulit. “Bulan-bulan musim dingin bahkan lebih kejam buat anak-anak yang rentan di wilayah tersebut,” kata Direktur Regional UNICEF untuk Timur Tengah dan Afrika Utara Geert Cappelaere, seperti dilansir Antara, Kamis (22/12/2016).

“Mereka lemah akibat kekurangan perawatan kesehatan dan kekurangan gizi selama berbulan-bulan, dan menderita infeksi pernafasan serius akibat udara dingin. Jika mereka tak memperoleh bantuan, musim dingin dapat menjadi hukuman berat lain buat banyak di antara mereka,” kata pejabat UNICEF itu.

Banyak keluarga sudah lelah akibat bertahun-tahun konflik, dipaksa hidup di pengungsian dan menganggur. Sumber keuangan mereka sudah terkuras, sehingga mereka tak bisa membeli pakaian dan bahan bakar untuk penghangat.

 

Advertisement