ANKARA – Otoritas Turki menyelidiki sebanyak 10.000 orang atas dugaan menggunakan media sosial (medsos) untuk mendukung terorisme, demikian pernyataan Kementerian Dalam Negeri Turki, Sabtu (24/12/2016).
Langkah ini bagian dari penumpasan yang telah menggelisahkan kelompok-kelompok hak asasi manusia (HAM) dan beberapa sekutu Barat, ungkap kantor berita Reuters melaporkan.
Turki, kini menghadapi ancaman keamanan dari militan Kurdi dan kelompok kiri, maupun kelompok ISIS, telah menangkap sekira 100.000 orang menyusul usaha kudeta militer pada Juli 2016.
Pihak Kementerian Dalam Negeri Turki menyatakan bahwa langkah-langkah itu perlu untuk menumpas dukungan dari akarnya atas usaha kudeta tersebut dan teroris lainnya.
Disitat dari Antara, sejumlah kelompok HAM dan negara-negara Eropa telah menilai Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menggunakan keadaan darurat yang saat ini diberlakukan untuk membungkam berbagai kelompok penentangnya.





