Ya Ampun, Banyak Muslimah AS Lepas Jilbab Karena Ancaman

Muslimah Amerika
Ilustrasi/Ist

WASHINGTON—Insiden kebencian di Amerika semakin meningkat. Akibatnya, banyak muslimah Amerika yang memutuskan menanggalkan jilbabnya  sementara waktu. Mereka takut akan ancaman dan serangan yang menimpa.

Nassrene Elmadhum, seorang Muslimah asal Boston  mengaku melepas jilbabnya karena khawatir menjadi sasaran kejahatan kebencian. Ia mengaku banyak menerima serangan verbal di tempat-tempat umum. Ia juga kerap dituduh menjadi bagian pihak yang bertanggung jawab atas tragedi bom saat Maraton Boston 2013. Ia juga dikelompokkan dalam golongan ekstremis hanya karena penampilannya.

“Kegelisahan ini telah berkembang. Saya  merasa tidak nyaman. Saya merasa kurang diterima di komunitas saya sendiri, dan lebih dari itu saya merasa selalu menjadi target,” ujarnya seperti dikutip Republika.co.id dari IB Times, Selasa (27/12/2016).

Sikap berbeda ditampilkan Mariana Aguilera, seorang Muslimah yang mengelola situs fashion The Demureist yang berbasis di Brooklyn. Aguilera memutuskan tidak melepas hijabnya walaupun ia menjadi target dari ancaman verbal dalam berbagai kasus pada Desember ini.

Ia menjelaskan, merasa takut adalah sifat alami manusia. Namun, kasus yang terjadi saat ini lebih mengkhawatirkan daripada rasa takut yang ia rasakan. Menurutnya, jika pihak-pihak terkait tidak melakukan sesuatu terhadap meningkatnya insiden kebencian di Amerika ini maka akan mengancam kebebasan beragama dan menghancurkan nilai-nilai yang telah ada. “Dan ini berbahaya,” katanya.

Berdasarkan laporan FBI, kejahatan kebencian meningkat 67 persen di AS. Dari 154 insiden di 2014 menjadi 257 pada 2015. November lalu, seorang Muslimah di New York diserang oleh seorang pria yang menarik jilbabnya.

Michail Isakharov (40 tahun), dilaporkan dituduh melakukan kejahatan kebencian dan kejahatan pidana setelah ia membuat komentar anti-Muslim terhadap korban berusia 22 tahun. Pelaku melemparkan telepon dan kemudian melepaskan jilbab yang dikenakan korban. ROL

 

Advertisement