KAIRO—Kepolisian Mesir kembali menangkap jurnalis media televisi yang berbasis di Qatar, Al Jazeera. Mahmoud Hussein yang merupakan produser berita mereka ditangkap pada Jumat (23/12) pecan lalu.
Al Jazeera Media Network yang menaungi Hussein pun menuntut pembebasan segera, mereka menegaskan, Hussein berada di Mesir bukan untuk bekerja, melainkan hanya liburan.
“Al Jazeera menganggap semua tuduhan terhadap Hussein, merupakan praktik yang melanggar norma-norma dan konvensi internasional,” demikian pernyataan pers yang dikeluarkan Al Jazeera, Selasa (27/12/2016).
Mereka juga mengaku terkejut dengan pernyataan resmi Kementerian Dalam Negeri Mesir. Mereka menganggap tuduhan itu tidak berdasar dan fakya yang dibeberkan palsu.
Sebelunya, Kementerian Dalam Negeri Mesir mengatakan bahwa Hussein ditangkap pada hari Jumat di sebuah rumah di Giza, di pinggiran ibukota, Kairo. Dia ditahan selama 15 hari menunggu penyelidikan. Mereka juga mengklaim bahwa Hussein menggunakan beberapa tempat tinggal untuk “menghindari pemantauan keamanan dalam aktivitas kerja Al Jazeera yang tidak sah di negeri ini dan kegagalan untuk mendapatkan izin yang diperlukan,” tukasnya.
Hussein dituduh melakukan hasutan terhadap lembaga-lembaga negara dan penyiaran berita palsu dengan tujuan menyebarkan kekacauan. Al Jazeera pun menyangkal semua tuduhan tersebut.
“Hussein adalah produser berita di ruang berita Al Jazeera Arab dan bukan seorang supervisor koresponden seperti yang dituduhkan,” tegas Al Jazeera.





