BIMA – Matahari di Bima pagi ini terlihat cerah, penduduk sudah mulai beraktifitas. Para relawan yang hadir ke kota itu pun mulai bergerak. Sampah-sampah sisa banjir tertlihat bertebaran di mana-mana. Termasuk di sekolah.
Lebih dari 20 Relawan Dompet Dhuafa dari Jakarta, Sumbawa dan Relawan Rangga Babuju Bima berkumpul, hari ini mereka sepakat melakukan aksi Mai Karaso Sakola, yang artinya; Ayo Bersihkan sekolah.
Pasca banjir Bima beberapa hari lalu, banyak sekolah-sekolah yang terdampak. Ketika banjir surut, sampah-sampah dan lumpur masih tersisa sehingga sekolah belum bisa digunakan untuk proses belajar mengajar.
“Kami mentargetkan aksi Mai Karaso Sakola ini dilakukan di enam sekolah di Kota Bima, hari ini kami fokus di SDN 54 Kota Bima,” ungkap Asep Beni, Relawan Kemanusiaan dari Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa, Jakarta.
“Laeli, relawan dari lombok juga ikut membantu,” kata Asep.
Dijelaskan Asep, sampah-sampah yang banyak memenuhi sekolah terdiri dari jerami, plastik dan buku-buku yang rusak.
“Semua sampah dikumpulkan dan diangkut menggunakan Dumtruck dan dibuang ke daerah Uleh, Kota Bima”, pungkas Asep
Terlihat para relawan semangat mengerjakannya, targetnya enam sekolah segera dibersihkan. Agar anak-anak segera bisa sekolah.





