TEL AVIV (KBK) – Menanggapi 70 menit pidato John Kerry, yang mengatakan Israel tidak akan memperoleh damai sejati dengan dunia Arab jika masih menjajah Palestina, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menuduh Kerry bias.
Dia mengatakan Israel tidak perlu dikuliahi oleh para pemimpin asing dan Ia lebih memandang ke depan untuk bekerja dengan Presiden terpilih Donald Trump, yang telah bersumpah untuk membuat kebijakan yang lebih pro-Israel.
Sekretaris Negara Amerika Serikat, John Kerry pada hari Rabu (28/12/2016) mengatakan, bangunan Israel di wilayah pendudukan itu membahayakan perdamaian Timur Tengah.
Dikutip dari Reuters, pernyataan Kerry, menandai bab penutup dari hubungan AS-Israel yang pahit selama pemerintahan Presiden Barack Obama atas perbedaan pada penyelesaian pembangunan dan kesepakatan nuklir Iran yang ditandatangani tahun lalu.





