KUDUS-Jumlah pekerja yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kudus Jateng saat ini masih rendah, jika dibandingkan dengan jumlah angkatan kerja di lima kabupaten yang berada di wilayah kerja BPJS Kudus.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Kudus Jateng, Teguh Wiyono mengatakan berdasarkan data dari BPS Jateng, jumlah angkatan kerja sepanjang tahun 2015 diwilayah eks karisidenan Pati atau lima Kabupaten mencapai 2,38 juta orang, sedangkan yang terdaftar baru 177.019 orang atau 17,8 persen. Bahkan untuk kabupaten Blora baru 4 persen.
Dikatakan Teguh, untuk perusahaan yang aktif terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan Kudus, selama bulan Januari-November 2016 tercatat sebanyak 3.320 perusahaan yang tersebar di Kabupaten Kudus, Jepara, Pati, Rembang dan Blora. Jumlah perusahaan bertambah dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2015 yang pertumbuhannya sebesar 149 persen.
“Sebab selama Januari-November 2015, terdapat 2.223 perusahaan yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan Kudus,” kata Teguh seperti dilansir Elshinta Kamis malam 29/12
Jumlah tersebut, dipastikan meningkat pada tahun 2017 karena masih banyak perusahaan yang belum mendaftarkan diri ke BPJS Ketenagakerjaan.
Menurut Teguh, upaya meningkatkan kepesertaan selain melalui sosialisasi juga menjalin kerja sama dengan Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMPPT) Kabupaten Kudus lewat perizinan terpadu secara “online” diharapkan bisa mendongkrak jumlah peserta karena syarat memperpanjang izin usaha untuk perusahaan harus sudah mendaftarkan pekerjanya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan serta merekrut kader BPJS Ketenagakerjaan, di mana mereka bisa turut memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya lingkungan sekitarnya terkait program BPJS Ketenagakerjaan.
“Adapun program untuk BPJS Ketenagakerjaan yang ditawarkan, yakni Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JK), dan Jaminan Pensiun (JP),” tandasnya





