PAMEKASAN – Sebanyak 20 warga Pamekasan, Jawa Timur yang sempat terjebak banjir akhirnya berhasil dievakuasi oleh Petugas gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Polres, dan TNI dari Kodim 0826 Pamekasan.
“Ke-20 orang warga yang terjebak banjir itu semuanya warga Kelurahan Gladak Anyar yang lokasinya memang terparah pada banjir kali ini,” kata Koordinator Lapangan (Korlap) BPBD Pemkab Pamekasan, Budi Cahyono, Rabu (4/1/2017) dini hari.
Menurutnya warga yang terjebak banjir dan tidak bisa keluar rumah itu umumnya kaum perempuan yang sudah berusia lanjut. Ketinggian genangan banjir di wilayah itu mencapai 2 meter lebih, sehingga mereka tidak bisa keluar rumah.
Menurut Budi Cahyono, Kelurahan Gladak Anyar merupakan satu dari enam kelurahan terdampak banjir, yang tergolong paling parah di antara lima kelurahan lainnya.
“Saat ini mereka sudah kami tampung di tempat penampungan yang aman dari banjir,” katanya.
(Baca Juga: Enam Kelurahan di Pamekasan Terendam Banjir )
Sementara, Bupati Pamekasan Achmad Syafii, Rabu dini hari meninjau secara langsung lokasi banjir di Kelurahan Patemon, Pamekasan.
Bupati juga berdialog dengan petugas penanggulangan banjir dari BPBD, Polres, TNI dan Satpol-PP Pemkab Pamekasan bersiaga di sepanjang aliran sungai di Jalan Trunojoyo, Pamekasan.
Bupati meminta semua korban banjir mendapatkan bantuan tanggap darurat berupa nasi bungkus yang telah dibagikan petugas penanggulangan bencana. Hal itu karena banyak warga yang tidak bisa memasak akibat dapur mereka terendam banjir.
“Tolong jangan sampai ada yang kelewat tidak menerima bantuan. Kasihan masyarakat,” kata bupati, sebagaimana dikutip dari Okezone.




