Kamp Pengungsian Terintegrasi Resmi Berdiri di Aceh

ACEH UTARA – Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf meresmikan Integrated Community Shelter (ICS),
 yang dibangun Aksi Cepat Tanggap (ACT) di Desa Blang Adoe, Aceh Utara,
Rabu (12/08/2015) kemarin. Peresmian ini juga dihadiri Bupati Aceh Utara, Dandim,
Kapolres, Ketua MPU dan para Kepala Dinas di bawah jajaran Pemerintah
Daerah Aceh Utara. Selain itu acara peresmian juga dihadiri oleh
sejumlah lembaga donor dari dalam dan luar negeri.

 
Presiden KNSR, Syuhelmaidi Syukur saat memberikan laporan pembangunan
kawasan pemukiman terpadu bagi pengungsi muslim Rohingya menyebutkan,
pihaknya sangat berterimakasih kepada Bupati Aceh Utara yang telah
memberikan kepercayaan kepada ACT untuk membangun dan mengelola sebuah
kawasan hunian yang lengkap bagi pengungsi Rohingya di atas lahan milik
pemerintah daerah Aceh Utara. Ini adalah aset masyarakat yang
dipercayakan kepada ACT bersama KNSR dan Pemda Aceh Utara yang harus
dioptimalkan pemanfaatannya.
 
Sementara itu, Presiden ACT Ahyuddin dalam sambutannya yang dibacakan
Wakil Presiden ACT, Ibnu Khajar, menyampaikan apresiasi kepada
masyarakat Aceh, yang begitu bersemangat membantu para pengungsi yang
terusir dari negerinya sendiri. 
 
“Masyarakat Aceh, seperti mengulang kisah 1.400 tahun yang lalu, ketika
Kaum Anshor memuliakan Kaum Muhajirin yang mengungsi untuk
menyelamatkan imannya. Allah telah memilih masyarakat Aceh sebagai kaum
Anshor para abad ini, karena dipilih untuk memuliakan Kaum Rohingya yang
harus pergi meninggalkan negerinya untuk menyelamatkan iman dan
jiwanya,” kata Ahyuddin dalam keterangan persnya pada Kamis (13/08/2015).
 
“Islam masuk ke Indonesia juga melalui Aceh, dan kali ini, Allah juga
memberi kesempatan Rohingya masuk ke Indonesia melalui Aceh,” imbuh
Ibnu. 
 
Ibnu juga menyampaikan terimakasih kepada para nelayan Aceh yang dengan
penuh keberanian dan keikhlasan membantu para pengungsi untuk pertama
kali. 
 
“Kami juga berterimakasih kepada Bupati Aceh Utara, yang menjadi kepala
daerah pertama yang merespon permintaan kami untuk membangun shelter.
Sehingga saudara-saudara kita bisa mendapatkan tempat yag layak, aman
dan nyaman,” katanya.
 
Bupati Aceh Utara, Muhammad Taib, untuk kesekian kalinya menegaskan
bahwa pihaknya  hanya menyerahkan kewenangan untuk membangun kawasan
hunian bagi pengungi Rohingya kepada Lembaga ACT. 
 
“Saya mengibaratkan ACT sebagai imam dalam urusan pembangunan fasilitas
hunian,” tegasnya seraya menjelaskan bahwa ia dan pimpinan ACT telah
bersepakat untuk sama-sama melakukan pemberdayaan, antara pengungsi dan
masyarakat Aceh Utara yang berada di sekitar shelter.
 
Dukungan terhadap ACT dan Pemerintah Daerah Aceh Utara, juga
disampaikan oleh Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manafar. Mantan Panglima
GAM ini juga menilai shelter yang dibangun ACT sebagai master piece kamp
pengungsi yang sangat indah. 
 
“ACT telah membangun semua fasilitas ini dengan sangat indah. Ini
menjadi contoh bagi daerah lain untuk membangun kawasan hunian bagi
pengungsi. Dan saya berharap, ACT juga berkenan untuk menampung para
pengungsi Rohingya yang kini masih berada di Bayeun, Aceh Timur dan di
Kota Langsa, sehingga shelter ini menjadi tempat penyatuan seluruh
pengungsi Rohingya” kata Muzakir.
 
Pemerintah Aceh, kata Muzakir, siap menampung Pengungsi Rohingya bila
Pemerintah Pusat memberikan kesempatan. “Saya sudah dapat informasi dari
Bupati Simeulue, mereka juga siap menampung seluruh pengungsi muslim
Rohingya di sana,” katanya saat menjawab pertanyaan wartawan terhadap
tindak lanjut penanganan Rohingya, untuk satu tahun ke depan.
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here