Tergerus Arus Sungai, Jembatan Penghubung Desa di Jombang Putus

Ilustrasi/ kabar17.com

JOMBANG –  Jembatan yang menghubungkan Desa Bandar dengan Desa Pucangsimo, di Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Jombang putus karena tergerus arus Sungai Konto yang deras pada Jumat (13/1/2017).

Arus sungai menjadi deras karena hujan yang terus mengguyur wilayah Kabupaten Jombang, Jawa Timur sejak Kamis (12/1/2017).

Jembatan sepanjang 20 meter tersebut putus total  dan separuh badan jembatan ambrol dan jatuh ke sungai. Sehingga akses menuju dua desa itu menjadi terhambat.

“Debit air memang cukup tinggi, ketinggiannya sampai 7 meter, sehingga membuat jembatan ini ambrol,” kata Kepala Desa Bandar, Suyono.

Warga kesulitan akan putusnya jembatan, terlebih lagi para siswa. Sebab, mereka harus memutar sejauh 3 kilometer untuk dapat pergi ke sekolah.

“Sangat merugikan, karena setiap hari ada ratusan warga yang melintas di jembatan ini. Selain itu, siswa yang sekolah ke Kertosono, juga harus memutar 3 kilometer,” tambahnya.

Sementara itu, derasnya aliran Sungai Konto, juga membuat jembatan penghubung antar dusun di Desa Pucangsimo, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Jombang nyaris ambrol. Bahkan warga terpaksa memasang patok agar tidak membahayakan warga.

“Benar, jembatan di Dusun Pucanganom juga ambles, sehingga tidak kami perbolehkan untuk dilintasi kendaraan roda empat. Kami khawatir tiba-tiba ambrol,” terang Kepala Desa Pucangsimo, Yuli (40)

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pemkab Jombang. Sehingga tahun ini jembatan tersebut akan dapat dibangun kembali.

“Tadi sudah komunikasi, katanya sudah dianggarkan untuk perbaikan. Karena memang dari tahun lalu sudah miring dan sudah kami ajukan ke Pemkab. Untuk anggaranya Rp 1 miliar,” paparnya, dikutip dari Okezone.

Advertisement