KUALA LUMPUR—Malaysia akan meminta kerjasama pemerintah Myanmar untuk membuka akses tanpa hambatan bagi bantuan kemanusiaan bagi masyarakat etnis Rohingya di Rakhine. Menteri Luar Negeri Anifah Aman mengatakan, ini adalah satu di antara tiga resolusi yang akan didorong selama pertemuan khusus Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk Rohingya yang digelar di Kuala Lumpur.
“Resolusi lainnya adalah kita akan mendorong pengakuan dari tindakan yang diambil oleh Pemerintah Myanmar dalam memperbaiki kondisi masyarakat yang rentan, termasuk minoritas Muslim Rohingya di negara bagian Rakhine. Malaysia juga mendorong ekspresi keprihatinan atas dugaan kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia terhadap minoritas Muslim Rohingya,” bebernya kepada media.
Malaysia akan menjadi tuan rumah pertemuan khusus menteri-menteri negara OKI terkait dengan situasi muslim Rohingya di Myanmar. Anifah mengatakan ia akan memimpin pertemuan yang digelar atas permintaan pemerintah Malaysia ini.
Anifah menambahkan, Perdana Menteri Najib Razak akan menyampaikan pidato kunci dalam pertemuan yang akan digelar Kamis (19/1/2017) ini.
Selain resolusi, pertemuan Kuala Lumpur juga akan mengeluarkan komunike, yang isinya antara lain tentang pengembalian hak rasa aman dari komunitas Rohingya yang mengungsi.
Malaysia berharap komunike ini akan mendorong Pemerintah Myanmar untuk mematuhi kewajibannya di bawah hukum internasional dan mencegah memburuknya krisis kemanusiaan yang akut di negara bagian Rakhine, kata Anifah.





