NAIROBI – Kemarau dan kekeringan yang melanda Kenya telah membuat Pemerintah Kenya menyisihkan 13 juta dolar AS untuk program pembelian ternak.
Hal tersbeut dilakukan dengan tujuan meringankan dampak kemarau yang melanda negeri itu. Wakil Menteri Pertanian, Peternakan dan Perikanan Andrew Tuimur mengatakan kepada wartawan bahwa pemerintah memprioritaskan pembelian hewan di daerah yang dilanda kemarau guna mencegah petani menderita kerugian.
“Sudah enam juta dolar AS digunakan untuk membeli ternak dari petani di daerah yang dilanda kemarau,” kata Tiumur, dikutip Antara dari Xinhua.
Ia menambahkan 6,5 juta dolar AS lagi akan dikeluarkan pekan depan untuk membeli ternak. Pejabat tersebut mengatakan peternak telah menjadi salah satu korban terbesar kemarau.
Petani tanaman eksport utama seperti teh juga terpengaruh oleh kurangnya curah hujan –sehingga mengakibatkan dilakukannya penjatahan air di banyak pusat kota.
Diketahui kemarau yang mulai melanda tahun lalu sejauh ini telah mempengaruhi 23 kabupaten di negeri itu. Organisasi kemanusiaan memperkirakan sedikitnya 1,5 juta orang memerlukan bantuan pangan.
Sementara itu, Presiden Uhuru Kenyatta mengatakan pemerintah akan membagikan makanan bantuan ke sekolah-sekolah di kabupaten tandus dan setengah-tandus guna menjamin kegiatan belajar-mengajar tidak terpengaruh oleh kemarau.
“Sebagai pemerintah nasional, kami akan membawa masalah ini ke Parlemen untuk meminta mereka menyetel kembali anggaran dan mengalokasikan dana untuk membeli makanan buat rakyat Kenya yang terpengaruh kemarau,” kata Kenyatta pada Rabu di Kitui, Kenya Timur. Presiden Kenya tersebut meresmikan keberangkatan rombongan mobil air dan truk yang berisi makanan bantuan dan jerami buat ternak untuk membantu keluarga yang terpengaruh.




