NEW YORK (KBK) – Kebijakan presiden baru Amerika Serikat (AS) Donald Trump tentang dilarangnya pendatang dari 7 negara muslim masuk AS, diprotes banyak pihak.
Protes diselenggarakan di kota-kota di seluruh AS, termasuk di New York City dan Washington, DC.
Di ibukota AS, ribuan orang berkumpul di luar Gedung Putih, sementara lebih dari 1.000 demonstran berkumpul di New York City Battery Park untuk berdemonstrasi menentang perintah eksekutif Trump, yang menempatkan pembatasan keras terhadap imigrasi dari tujuh negara mayoritas Muslim.
Berbicara kepada Al Jazeera di New York City Battery Park, Hizam Mohammed Saleh, 45 tahun, keturunan Yaman, mengatakan: “Saya datang ke sini karena saya inginkan kedamaian untuk semua orang, untuk hukum imigrasi harus sama untuk semua orang.”
Jessica Taube, 37, membawa anak-anaknya untuk protes. “Saya tidak percaya pada perbatasan. Kita semua manusia dan kita semua berbagi dunia yang sama dan layak mendapatkan tempat untuk menjadi bahagia dan sehat,” katanya.
Sehari sebelumnya, ribuan demonstran berkumpul di bandara di seluruh negeri, karena adanya imigran ditahan padahal mereka sudah memiliki kartu hijau AS.
Pengacara telah mengajukan kasus hukum dalam menanggapi perintah yang mencakup larangan masuk 90 hari pada warga Suriah, Irak, Somalia, Sudan, Iran, Libya dan Yaman.
Keputusan Hakim Distrik AS Ann Donnelly Sabtu malam, menyangkut puluhan orang yang ditahan di bandara karena keputusa Trump.





