PASURUAN – Setelah ketinggian banjir agak surut menjadi 30 cm, akhirnya jalur pantura Surabaya-Pasuruan dibuka kembali setela ditutup lebih dari tujuh jam.
Pembukaan jalur yang masih terendam banjir sekitar 30 cm ini untuk mengurai kemacetan arus lalu lintas Surabaya-Bali. Namun kemacetan diruas jalur tersebut masih saja terjadi mencapai sekitar 3 KM.
Kendaraan yang melintas pada jalur Pantura yang tergenang hanya bisa berjalan merambat. Petugas kepolisian yang bersiaga, berusaha mengatur arus lalin agar berjalan tertib.
Dilansir Okezone, Kaur Reg Iden (KRI) Satlantas Polres Pasuruan Kota, Iptu Zaenudin, mengungkapkan, pembukaan jalur ini karena kondisi badan jalan sudah aman untuk dilalui kendaraan. Meski demikian, pihaknya tetap mengarahkan arus lalin agar pengemudi tidak terjebak genangan air yang dalam.
“Jalur Pantura sudah aman dilalui. Pengguna jalan harus waspada saat melintas di genangan air. Kami mengarahkan mereka agar aman melalui genangan banjir,” katanya.
Penutupan jalur Pantura ini terpaksa dilakukan setelah pada Selasa pukul 00.15 WIB, luapan Sungai Welang naik ke badan jalan. Arus Surabaya-Bali dialihkan memutar melalui jalur Pandaan, Purwosari.





