WASHINGTON – Sekitar 900 pejabat AS Departemen Luar Negeri menandatangani memo perbedaan pendapat internal yang memprotes larangan Presiden AS Donald Trump pada pengungsi dan imigran dari tujuh negara mayoritas Muslim.
Hal tersebut merupakan pemberontakan terhadap kebijakan presiden baru.
Dilansir Reuters, Selasa (31/1/2017), seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri menegaskan memorandum tersebut telah disampaikan kepada Sekretaris Negara Tom Shannon dimana para pejabat dapat mengekspresikan kritiknya atas kebijakan Trump.
Rancangan memo perbedaan pendapat berpendapat bahwa perintah eksekutif akan mengeruhkan hubungan dengan negara-negara yang terkena dampak, mengobarkan sentimen anti-Amerika dan melukai orang-orang yang berusaha untuk mengunjungi Spates Inggris karena alasan kemanusiaan.
Dikatakan juga bahwa kebijakan “bertentangan dengan nilai-nilai Amerika non-diskriminasi, fair play dan memperluas sambutan hangat kepada pengunjung asing dan imigran”.





