JOMBANG – Dalam waktu sebulan selama Januari 2017, Kabupaten Jombang, Jawa Timur telah dilanda banjir hingga sebanyak 13 kali.
Dari bencana banjir sebanyak 13 kali tersebut, sedikitnya 1.800 rumah dan 850 hektare lahan pertanian terendam banjir.
“Angka tersebut merupakan akumulasi dari jumlah lokasi dan rumah dihitung setiap kali dilanda banjir dan di-update terus,” ujar Kepala BPBD Kabupaten Jombang, Nur Huda, kepada SURYA.co.id, Kamis (2/2/2016).
Sementara wilayah yang menjadi langganan banjir meliputi tiga wilayah kecamatan, yakni Kecamatan Mojoagung tepatnya di Desa Kademangan dan Desa Betek.
Kemudian di Kecamatan Mojowarno tepatnya di Desa Selorejo dan Desa Wringinpitu, dan di wilayah Kecamatan Sumobito, tepatnya Desa Sumobito dan Desa Curahmalang.
“Tapi masih beruntung, karena dalam setiap kejadian banjir yang melanda di Kabupaten Jombang tidak menimbulkan korban jiwa manusia. Alhamdulillah hingga sekarang tidak ada korban jiwa,” imbuhnya.
Karenanya Nur Huda berpesan kepada masyarakat yang wilayahnya masuk dalam daerah aliran sungai (DAS) untuk lebih waspada karena hujan akan berlangsung hingga pertengahan Februari.
“Banjir masih bisa datang sewaktu-waktu. Kami minta masyarakat yang tinggal dekat aliran sungai meningkatkan kewaspadaan,” pintanya.





