Para Saksi Mata Sibuk Merekam, Korban Tabrak Lari Meninggal

Korban tabrak lari di India telat mendapat perawatan karena saksi mata sibuk memfoto dan merekam video/ BBC

INDIA – Seorang korban tabrak lari tidak dapat diselamatkan nyawanya karena para saksis mata atau pejalan kaki yang melihat kejadian tersebut sibuk merekam dan memfoto korban.

Korban bernama Anwar Ali, berusia 17 tahun, dilarikan ke rumah sakit 30 menit kemudian setelah sepedanya tertabrak bus di negara bagian Karnataka.

Dia mengucurkan darah dan sekarat. Dokter mengatakan dia mungkin bisa selamat jika dia menerima tindakan medis lebih cepat.

Insiden di distrik Koppal di Karnataka telah memicu kontroversi tentang orang-orang yang enggan menolong korban kecelakaan di India.

Dilansir BBC, Jumat (3/2/2017), sejumlah aktivis mengatakan kurangnya rasa kemanusiaan dari para saksi untuk tidak segera menolongnya tapi lebih memilih mengabadikan momen menyedihkan tersebut.

“Alasan utamanya adalah intimidasi oleh polisi,” kata Piyush Tewari, yang terus mengkampanyekan berkendara yang aman di India.

“Kadang, jika Anda membantu orang, polisi akan berasumsi Anda menolong orang itu karena merasa bersalah.”

Selain takut disalahkan, mereka juga takut terjebak sebagai saksi di pengadilan – proses hukum bisa berlarut-larut di India.

Dan jika mereka membantu korban ke rumah sakit, mereka takut ditekan untuk membayar perawatan medis.

Mei tahun lalu, Mahkamah Agung India mengeluarkan aturan bahwa ‘orang-orang yang menolong’ akan dilindungi dari perlakuan kasar. Karnataka juga telah mengesahkan undang-undang yang menyatakan bahwa orang-orang membantu korban kecelakaan di jalan tidak akan mengalami pelecehan.

 

Advertisement