KUALA LUMPUR — Perdana Menteri Malaysia Najib Razak, Jumat (4/2) mengirimkan satu kapal bermuatan ribuan ton makanan dan persediaan darurat untuk Muslim Rohingya Myanmar. Tapi, tidak jelas ke mana sebagian besar bantuan tersebut akan dikirimkan.
Kapal membawa 2.200 ton barang, yang 500 ton di antaranya akan diturunkan di kota terbesar Myanmar, Yangon.
Rencana untuk menurunkan sisanya ke negara bagian Rakhine di perbatasan dengan Bangladesh, tempat masyarakat Rohingya berada, masih belum diketahui.
Najib selama ini bersuara lantang menyangkut perlakuan yang dialami minoritas Muslim Rohingya di Myanmar. Najib mendesak pemerintah negara berpenduduk mayoritas pemeluk Budha itu untuk menghentikan serangan-serangan terhadap kaum Muslim Rohingya.
“Momen ini bersejarah … suatu upaya mulia yang menunjukkan bahwa semua kepedihan dan penderitaan warga Rohingya di Myanmar tidak akan diabaikan,” kata Najib saat berpidato di pelabuhan dekat Kuala Lumpur,”demikian dilansir Antara, Sabtu (4/2)
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Malaysia mengatakan dalam pernyataan bahwa Bangladesh telah memutuskan untuk tidak memberikan izin bagi kapal kiriman Malaysia itu untuk merapat di pelabuhan Teknaf, Bangladesh, tempat banyak pengungsi dari Rakhine berada. Menlu Malaysia Anifah Aman telah meminta Komisioner Tinggi Bangladesh untuk Malaysia mengupayakan agar keputusan itu diubah. Myanmar juga belum mengizinkan kapal tersebut berlayar menuju Sittwe, ibu kota Negara Bagian Rakhine.





