DAMASKUS –Beberapa waktu lalu Amnesty International merilis data bahwa rata-rata 20-50 orang digantung setiap minggu di penjara militer Sednaya utara Damaskus. Dan antara 5.000 dan 13.000 orang dieksekusi di Sednaya dalam empat tahun setelah pemberontakan rakyat berubah menjadi peperangan.
Pemerintah Suriah, Rezim Bashar Assad  membantah laporan kelompok pengawas HAM internasional tersebut.yang menyatakan mereka telah mengeksekusi puluhan ribu tahanan. Bantahan itu dikeluarkan Kementerian Kehakiman Suriah.
Dalam pernyataannya, Kementerian Kehakiman Suriah mengatakan bahwa laporn Amnesty Internasional bohong dan tidak mengandung kebenaran seperti dikutip dari Reuters, Rabu (8/2/2017).
Kantor berita Suriah, SANA, mengutip pernyataan Kementerian Kehakiman mengatakan tuduhan Amnesty tidak didasarkan pada bukti nyata tetapi lebih pada emosi pribadi yang bertujuan untuk mencapai tujuan politik.
Kementerian itu juga menuduh kelompok  militan yang berjuang untuk menggulingkan Assad melaksanakan eksekusi dan penculikan warga sipil, kata SANA.
Kementerian Kehakiman menggambarkan laporan itu sebagai upaya merusak reputasi Suriah di panggung





