
AL QUDS – Sekitar 200 pasien terancam nyawanya, karena otoritas Israel melarang pemasokan gas nitro ke rumah sakit-rumah sakit di Gaza. Gas itu sangat dibutuhkan untuk membius pasien selama operasi.
Hal itu dikeluhkan Kementerian Kesehatan Gaza kepada wartawan di Gaza, Rabu (8/2/2017).
Juru Bicara Menkes, Ashraf Qaddura memposting di laman Facebooknya bahwa Israel melarang masuknya gas nitrous selama tiga hari berturut-turut, hal tersebut mengganggu proses operasi 200 pasien di beberapa rumah sakit di Gaza.
Ashraf menambahkan,sektor kesehatan Gaza membutuhkan setidaknya 4.000 Kg gas bius dalam waktu satu tahun, namun Israel menyita gas tersebut.
Seperti dilangsir Suara Palestina, Qaddura menuntut lembaga internasional untuk menekan Israel agar mengizinkan pemasokan gas tersebut ke wilayah Gaza.




