PADANG – Ditutupnya operasional kantor MUI Sumatera Barat karena tidak adanya dana operasional dan membayar hutang ke pihak ketiga, menimbulkan keprihatinan masyarakat Sumatera Barat termasuk perantau.
Untuk memberikan solusi agar MUI Sumbar tetap berjalan maka sejumlah tokoh masyarakat melakukan aksi spontan penggalangan dana untuk organisasi. Aksi penggalangan dana ini dikoordinir tokoh muda Nurkalis B, Ketua Ormas PW Al Wasliyah Sumbar.
“Jika Pemprov Sumbar tak memberi anggaran, umat yang badoncek. Mengumpulkan uang, untuk operasional MUI,” katanya.
Sumbangan ke rekening atas nama Nurkhalis di Bank BNI-pun mengalir deras sejak dibuka pada Kamis (8/2/2017) kemarin. Berbagai tokoh, baik di Sumbar maupun di perantauan kabarnya ikut menyumbang, mulai dari Rp100.000 hingga jutaan rupiah.
“Sudah banyak terkumpul. Tapi masih dihitung. Nanti, kalau sudah dirasa cukup, diserahkan ke MUI,” lanjut Nurkhalis.
Menurutnya, para aktivis mengaku kurang yakin, dana akan banyak terkumpul. Namun, semuanya di luar perkiraan. Orang-orang silih berganti menyumbang. Latar penyumbang dari berbagai macam. Bahkan, ada pedagang pasar dan tukang ojek yang ikut menyumbang.
“Itu bukti kecintaan umat terhadap ulamanya. Kami nan jadi pengumpul merasa terharu, dan merasa bersalah karena di awal merasa sangsi,” ugkap Khalis.
Dikutip dari Haluan, rencananya, Aliansi Aktivis Islam juga membuka posko khusus penggalangan dana untuk MUI Sumbar. Langkah pembuatan posko dilakukan agar umat yang ingin menyumbang, mudah menyalurkannya.
Untuk sementara, penyaluran donasi bisa lewat rekening BNI, dengan nomor, 0151854585 BNI, atas nama Nurkhalis. Para penyumbang diharapkan mengkonfirmasi sumbangannya.





