BALI – Setelah terjadinya longsor di Kintamani, Bali yang menewaskan 13 orang, Gubernur Bali I Made Mangku Pastika mengimbau warga yang tinggal di daerah rawan bencana di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli segera mengungsi ke tempat yang aman.
Selain mengingatkan warga, ia juga meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali untuk aktif memberitahukan warga di daerah rawan longsor untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.
“Ke rumah keluarga, ke balai banjar atau ke kemah atau tenda yang dibangun oleh BPBD untuk mengurangi risiko (terkena bencana),” kata Pastika.
Dia meminta BPBD segera mengumumkan peta longsor kepada warga di seluruh wilayah Kintamani, Bangli. “Sebelumnya sudah pernah ada korban di Desa Songan, dan Desa Blandingan juga ada korban. Jangan sampai kejadian ini terulang,” ucapnya, dikutip dari Sindonews.
Pastika menegaskan akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bangli untuk merelokasi warga yang tinggal di daerah rawan bencana seperti banjir dan longsor.
“Kalau warga mau direlokasi pemerintah akan membangunkan rumah tinggal seperti biasa,” tuturnya.
Menurutnya, banyak warga di beberapa desa tersebut yang masuk kategori keluarga miskin, karenanya pemerintah akan berupaya membangun rumah tinggal yang layak untuk warga.
Pastika mengungkapkan beberapa desa di Kintamani berada di lereng Gunung Batur.
Selain Kintamani, Bangli, ada beberapa desa di Buleleng masuk peta rawan banjir dan longsor.





