
JAKARTA – Jelang tengah hari banjir yang menggenang pemukiman warga Kampung Melayu Kecil, Jakarta Selatan perlahan surut. Namun khusus di pemukiman yang berada tepat di bibir Sungai Ciliwung ketinggian air masi setinggi leher orang dewasa.
Ariyah warga RT 05, RW 11 mengatakan banjir saat ini merupakan banjir terbesar sejak 2 tahun terakhir. Hal senada juga dilontarkan Armana warga RT 04.
“Sekarang banjir lama surutnya tapi cepat naiknya,” ucap Armana sambil membersihkan rumahnya dari sisa lumpur, Â Kamis (16/2).
Armana berujar meski wilayahnya dihantam banjir namun hingga siang ini tak ada satu pun bantuan yang ia terima. Begitu juga dengan wilayah lainnya di bibir ciliwung yang kini masih tergenang.
“Kalau rumah kami belum kelelep mah belum ada bantuan. Â Mungkin pemerintah melihat ini sebagai genangan air bukan banjir, ” ketus Armana.
Dari pantauan KBK di lapangan hanya petugas damkar dan kepolisian yang menawarkan evakuasi warga. Menurut Nursalam Ketua RT 04, RW 11 bantuan tak kunjung tiba lantaran masih berkoordinasi dengan pihak Kelurahan menyoal wilayah terdampak.
“Di RW 11 ada lima ribu jiwa yang menjadi korban banjir dan ini masih di data. Â Tapi saya belum tahu kapan bantuan datang” ujarnya.




