JAKARTA – Disaat orang lain tengah terlelap tidur, disitulah Surijem harus terjaga. Menahan kantuk merupakan hal biasa bagi Surijem. Begitu juga dengan tiupan angin malam, meski dingin namun hal itu sudah merupakan kewajaran kendati kulit Surijem semakin tipis mengkerut.
Tekanan ekonomi membuat SUrijem mesti keluar malam, ia mesti berjalan kaki berkilo-kilo meter menuju pasar guna menitip jualkan empon-empon ke sebuah warung. Surijem tak sendiri, terkadang ia juga ditemani adiknya yang juga sudah berusia lanjut.
Bagi warga Dusun Demangan, Desa Kesilir, Wuluhan, Jember, Jawa Timur itu empon-empon merupakan harapan hidup. Dahulu Surijem menunggang sepeda menuju pasar, namun dirinya terkena musibah. Ia ditabrak hingga mengakibatkan sepedanya rusak.
“waktu ditabrak pun yang bertanggung jawab hanya memberi uang Rp 20 ribu padahal habis perbaikan sepedahnya Rp 300 ribu,” ujar akun instagram @Suisbapeduli.bali yang mengunggah kisah perjalanan hidup Surijem.
Dalam akun tersebut juga diperlihatkan kondisi rumah Surijem yang sudah tak layak. Pohon liar tumbuh di depan rumah, jendela bolong, begitu juga dengan perabotan rumah Surijem yang usang. Ketika rasa lapar menyerang Surijem seakan tak berdaya. Ia terpaksa mesti mengkonsumsi nasi basi berulat yang tersaji di meja makan.
Setelah videonya viral tak sedikit netizen yang merasa prihatin dengan kondisi kehidupan wanita itu.Bahkan ada dari para neizen yang menanyakan peran pemerintah dalam menanggulangi kemiskinan.
Berikut video kehidupan Sarijem dikutip dari akun Instagram @Suisbapeduli.bali :





