Penyakit Ini Membuat Pemuda di Tulungagung Hanya Bisa Duduk di Rumah

lumpuh
Foto Dok Arif Witanto

JAKARTA – Matanya berbinar ketika ada orang baru mendekat. Hasrat ingin merasakan dunia luar sangat kental terasa saat Pujiono kedatangan tetangga yang hendak memberinya makan. Namun hasrat itu urung diaplikasikan karena ketiadaan kursi roda.

Di usia 34 tahun, Pujiono tergolong pria produktif namun ia terlahir kurang sempurna hingga mengakibatkan dirinya tak bisa beraktifitas seperti manusia normal. Pujiono mengalami kelumpuhan sejak lahir, ia juga kesulitan untuk mengucapkan kalimat.

Sejak diviralkan oleh netizen bernama Arif Witanto, kini warga Dusun Kleben, Desa Tiudan, Gondang, Tulungagung, Jawa Timur ini kebanjiran doa. Tak sedikit netizen yang merasa iba dan ingin meringankan beban hidup Pujiono.

Guna memenuhi kebutuhan sehari-hari Pujiono dibantu saudara dan tetangga. Ia hidup sendirian lantaran kedua orang tuanya telah meninggal dunia.

“Tetangga dan saudara dekatnya sebetulnya sangat ingin bisa mengajak Pujiono jalan-jalan di seputar rumahnya dengan menggunakan kursi-roda. Namun kondisi mereka bukanlah dari keluarga mampu, sehingga keinginan itu hanya angan-angan saja,” Tulis Arif menyertai postingan di facebooknya.

Arif juga mengatakan bahwa sejak lahir Pujiono belum pernah memeriksakan kondisi penyakitnya ke rumah sakit karena tak memiliki biaya.

Advertisement