Warga Mukomuko Resah Ada 47 Gajah Berkeliaran di Pemukiman

Ilustrasi/ oldlook.indonesia.travel

BENGKULU – Warga Desa di sekitar Hutan Produksi Terbatas Air Rami Kabupaten Mukomuko Bengkulu tengah resah dalam menjalani kehidupannya sehari-hari karena adanya 47 kawanan gajah liar yang mendekat di pemukiman mereka.

47  gajah liar tersebut terbagi menjadi dua kelompok yakni satu kelompok berjumlah 17 ekor sudah merusak kebun sawit milik kelompok petani di Desa Gajah Makmur, Kecamatan Malin Deman dan memakan ujung pohon yang sudah berumur lebih dari 3 tahun.

Atas keresahan warga, Koordinator kelompok pelestarin lingkungan AKAR Nerworking Ali Akbar mengatakan, mereka bersama masyarakat berupaya menggiring gajah untuk kembali ke habitat mereka di Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).

Pengusiran dilakukan menggunakan petasan dan bebunyian lain seperti meriam bambu dan panci yang dipukul menggunakan kayu.

Pihaknya juga melakukan identifikasi terkait keberadaan 30 ekor gajah lain yang tergabung dalam kelompok besar. Tetapi temuan di lapangan, sudah terjadi pembunuhan terhadap 3 ekor gajah dengan bukti fisik bangkai gajah yang sudah mati itu tergolek di dalam hutan.

Kasus konflik antara manusia dan gajah setiap tahun terjadi di wilayah tersebut, selama ini ancaman terhadap gajah liar selalu diakhiri oleh tindakan warga yang membunuhnya dengan cara diracun atau ditembak. Kawanan yang mendekat ke pemukiman itu disebabkan jalur lalu lintas yang biasa mereka lalui saat ini sudah dialihfungsikan menjadi perkebunan oleh pihak swasta.

“Mereka tersesat tidak bisa pulang ke habitat, sebab jalan yang biasa dilalui sudah beraih fungsi, ini yang menyebabkan kawanan gajah mendekat ke pemukiman,” kata Ali Akbar, sebagaimana dilansir Liputan6.com, Sabtu (18/2/2017).

 

Advertisement