Sampah di Garut 180 Ton per Hari, Masyarakan Diminta Ubah Pola Pikir

Ilustrasi, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah, Bantar Gebang. Foto:Antara

GARUT – Produksi sampah di Garut mencapai 180 ton per hari dan hal ini akan  menjadi masalah baru bagi kehidupan masyarakat jika tidak dikelola bersama secara baik, karenanya masyarakat diminta untuk mengubah pola pikirnya.

Kepala Bidang Sampah Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP) Kabupaten Garut, Jawa Barat, Gungun Gumbirawan berharap kepedulian masyarakat dalam mengolah sampah agar menjadi sesuatu yang bermanfaat sebelum membuahnya ke tempat sampah.

“Hingga saat ini masih jarang ada yang melakukan pengelolaan sampah, bahkan memilah saja pun belum,” katanya.

Ia mengimbau masyarakat mulai mengubah cara berpikirnya tentang pengelolaan sampah yang tidak hanya asal membuang tetapi menjadi suatu lahan usaha baru. Menurut dia, masyarakat yang mampu mengolah sampah menjadi suatu penghasilan akan berdampak berkurangnya produksi sampah di Garut.

“Masyarakat harusnya berpikir bahwa sampah itu bisa menjadi peluang untuk menghasilkan uang,” katanya, dilansir Antara, Senin (20/2/2017).

Sementara itu jumlah sampah yang begitu banyak terdiri dari enam kecamatan wilayah perkotaan yang dapat diakomodasi oleh DLHKP untuk dibuang ke TPAS Pasirbajing, dan bersumber dari rumah tangga, pusat perbelanjaan, tempat pembuangan sampah di jalanan, dan pasar-pasar tradisional.

Advertisement