MOJOKERTO – Kabag Humas dan Protokol, Pemkot Mojokerto, Heryana Dodik Murtono mengatakan, sejumlah wilayah yang sebelumnya terendam sudah berangsur surut. Sebelumnya banjir merendam enam kelurahan di tiga kecamatan, Kota Mojokerto.
“Hingga pagi ini, hanya Kelurahan Gunung Gedangan saja yang masih tergenang,” ungkapnya, Rabu (22/2/2017).
Masih kata Dodik, meski banjir sudah berangsur surut namun dapur umum yang disiapkan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mojokerto masih disiagakan untuk melayani kebutuhan masyarakat.
Dodik tak menampik memang ada rumah pompa yang rusak sehingga tidak berfungsi.
“Namun sudah dibenahi. Kali Sadar bukan penyebab banjir, Kali Sadar itu saluran pembuangan. Kalau di Kenanten airnya meluap, pasti Meri dan Gunung Gedangan kena imbasnya. Pompa yang disiapkan belum cukup untuk menyedot volume air hujan yang extrim kemarin lusa,” katanya.
Namun, lanjut Dodik, Walikota Mojokerto, Mas’ud Yunus sudah memerintahkan untuk optimalisasi dan penambahan kapasitas pompa. Menurutnya, penambahan kapasitas pompa ada dua alternatif yaitu memperbesar dan menambah rumah pompa.
“Pemkot Mojokerto seperti yang disampaikan Pak Wali kemarin, sudah menganggarkan Rp1,4 miliar dari pos anggaran tak terduga untuk menanggani banjir kemarin. Salah satunya dengan membangun rumah pompa dengan kapasitas yang lebih besar,” jelasnya.
Dikutip dari Beritajatim, selain menyiapkan anggaran dari APBD sebesar Rp1,4 miliar untuk menanggani banjir di Kota Mojokerto, pemkot juga berencana akan mengajukan anggaran ke Propinsi Jawa Timur. Yakni ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas serta dari PAK (perubahan anggaran keuangan).




