CIANJUR – Dalam waktu sepekan terakhir, sejumlah bencana terjadi di Cianjur, Jawa Barat seperti laporan yang telah diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur.
Kepala BPBD Cianjur, Asep Suparman di Cianjur, mengatakan ada beberapa laporan terkait banjir, luapan sungai dan longsor seperti banjir di Kecamatan Ciranjang dan Karangtengah, luapan air di Sungai Cibuni, Kecamatan Sindangbarang dan Longor di Cadas Hideung Kecamatan Pagelaran.
“Untuk laporan tersebut tidak ada korban jiwa hanya kerugian materi akibat banjir dan meluapnya air sungai, sedangkan longsor yang sempat menutup badan jalan telah disingkirkan, sehingga akses kembali normal. Seluruh laporan tersebut sudah kami tangani dan dicek langsung ke lapangan,”
katanya, Rabu (22/2/2017), dikutip dari Antara.
Namun beberapa hari sebelumnya pihaknya mendapatkan laporan bencana alam seperti banjir bandang di Desa Cikondang yang menghanyutkan seorang warga hingga tewas.
“Dari Cibinong ada laporan longsor, tepatnya di Kampung Cimaskara Desa Sukajadi Kecamatan Cibinong. Saat ini masih dicek relawan apakah mengancam pemukiman warga atau tidak,” katanya.
Pihaknya merasa khawatir karena curah hujan yang masih tinggi disertai cuaca ekstrem yang diperkirakan akan terus terjadi hingga bulan Maret. Warga diimbau agar selalu waspada dan pengendara harus ekstra hati-hati karena dikhawatirkan ada longsoran yang mengancam di sejumlah titik rawan.
Saat ini di sejumlah wilayah rawan bencana pihaknya telah menempatkan sejumlah relawan dan menyiagakan tim di posko induk BPBD Cianjur, untuk memudahkan penanganan ketika terjadi bencana. Bahkan sejak jauh hari pihaknya telah mengimbau pihak desa dan kecamatan untuk segera berkoordinasi ketika melihat tanda-tanda bencana.
Relawan dan aparatur pemerintahan sudah diminta untuk segera mengungsikan warganya ketika melihat tanda-tanda bencana seperti banjir dan longsor.





