JAKARTA – Dalam peluncuran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Cibubur, Jakarta Timur, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengakui jika kualitas beras sejahtera (rastra) yang dulu dibagikan pada warga miskin kualitasnya kadang tidak baik.
“KPM (keluarga penerima manfaat) ini dia yang dulu terima rastra itu loh. Nah, dulu kan terima rastra demand, terima ya sudah opsinya satu beras itu. Kadang teman-teman menemukan kutu, kadang teman-teman menemukan berjamur,”ungkapnya.
Karenanya, BPNT menurutnya lebih efektif, dimana 1,2 juta Keluarga Penerima Manfaat akan mendapatkan Rp 110.000 per bulan melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
Setiap KKS berisi voucher uang senilai Rp 1.890.000 dan dibagikan kepada Program Keluarga Harapan (PKH). Kartu tersebut tidak bisa diambil langsung tetapi bertahap. Setiap bulan, pemerintah hanya mengucurkan Rp 110.000.
“Kalau misalnya Rp 110.000 itu tidak habis, mereka bisa gunakan hari lain, minggu lain bahkan bulan berikutnya, tidak akan hangus. Meskipun setiap bulan di-top up, setiap bulannya itu terakumulasi,” katanya, sepperti dilansir merdeka.com.





