Erupsi Gunung Barujari Hasilkan 4,5 juta Matreal

Jakarta (KBK)--Erupsi Gunung Barujari anak Gunung Rinjani di Pulau Lombok, Provinsi NTB, masih terus berlangsung meskipun dengan intensitas lebih kecil dibandingkan seminggu sebelumnya.

Berdasarkan pos pengamatan PVMBG di Sembalun, Sabtu kemarin, asap letusan putih-kelabu tebal dengan tinggi sekitar 1.600 m condong ke Barat-Barat Daya.

Dari kegempaan tremor menerus, dengan amplitudo maksimum 1-25 mm, dominan 9-10 mm. Letusan tertinggi mencapai 2.000 meter dari puncak G. Barujari atau sekitar 4.350 m dari permukaan laut. Status masih Waspada (Level II).

Lahar panas mengarah ke arah Timur dan utara G. Barujari. “Diperkirakan sampai saat ini sudah terjadi penumpukan sebanyak 4,5 juta meter kubik material piroklastik yang dihasilkan sejak erupsi sebelumnya,”kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, dalam pesannya.

Dengan adanya peningkatan volume material hasil erupsi di Danau Segara Anak atau Kaldera G.Rinjani tinggi muka air danau naik. Jika terjadi hujan deras di puncak G.Rinjani dikhawatirkan dapat menyebabkan banjir di sepanjang Sungai Kokok Putih akiat luapan Danau Segara Anak. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada. Jangan melakukan aktivitas di Sungai Kokok Putih saat mendung atau hujan di puncak Gunung Rinjani.

Hujan abu jatuh di beberapa desa di bagian barat-barat daya Gunung Rinjani. Belum perlu ada pengungsian. Kondisi penerbangan di bandara juga normal

Advertisement