12 Warga Mosul Terluka Akibat Serangan Kimia

Ilustrasi serangan senjata kimia/ AP
MOSUL – Pejabat Komite Internasional Palang Merah mengatakan jika 12  warga kota Irak di Mosul dirawat karena luka dari serangan kimia pada pekan ini.
“Para pasien, yang sedang dirawat di rumah sakit di dekat Irbil, menunjukkan gejala klinis yang konsisten dengan paparan bahan kimiapanas,” kata Robert Mardini, direktur regional organisasi untuk Timur Tengah, seperti dilansir CNN, Minggu (5/3/2017) malam.

Korban luka tersebut  diantaranya lima anak, tiga perempuan dan empat laki-laki memiliki gejala yang meliputi lecet, batuk, kemerahan di mata, iritasi, dan muntah.

“Penggunaan senjata kimia sangat dilarang dalam hukum kemanusiaan internasional. Kami sangat khawatir dengan apa yang rekan-rekan kami lihat, dan kami sangat mengutuk penggunaan senjata kimia, oleh pihak manapun, di mana saja,” kata Mardini dari ICRC.


Organisasi untuk Pelarangan Senjata Kimia merilis sebuah pernyataan yang sama pada hari Minggu, bahwa sangat prihatin atas dugaan penggunaan senjata kimia di Mosul.

Dr. Lawan Miwan, kepala Rumah Sakit Darurat di Irbil, mengatakan kepada CNN rumah sakit memperlakukan dua kasus dengan gejala yang konsisten dengan paparan bahan kimia beracun.
Dua warga Mosul timur memberikan kesaksian bahwa ada bau “sesuatu yang aneh,” “seperti bahan kimia,” atau “mustard gas” menysul serangan mortir di Mosul timur pada Rabu dan Kamis. Penduduk mengatakan serangan datang di Sungai Tigris dari Mosul barat.

Sementara itu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)  telah menanggapi penggunaan melaporkan agen senjata kimia di Mosul timur, dan mengaktifkan rencana tanggap darurat untuk mengobati orang-orang yang mungkin terkena bahan kimia sangat beracun.
Advertisement