Ini yang Menyebabkan Pergerakan Tanah di Cilacap

Foto Ilustrasi

JAKARTA – Ratusan rumah di Desa Bantarmangu Kecamatan Cimanggu Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah terancam rusak akibat pergerakan tanah. Menurut Manajer Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Cilacap, Gatot Arif Widodo pergerakan tanah tersebut disebabkan struktur tanah yang mulai labil terutama saat musim penghujan.

Gatot menambahkan struktur tanah di lokasi bencana memang sangat rawan untuk terjadi pergeseran atau longsor. Selain karena berada di wilayah perbuktikan, juga struktur tanah di kawasan tersebut cenderung berpasir.

”Sebelum terjadi bencana gerakan tanah, kawasan tersebut sebenarnya sudah selalu cenderung bergerak. Bentuk gerakannya berupa longsoran rayapan, dengan kecepatan 1,6 meter/tahun,” jelasnya seperti dikutip dari Republika, Senin (6/3).

Berdasarkan kondisi yang ada, kawasan tersebut sebenarnya memang dianggap tidak aman bila didirikan bangunan pemukiman. Untuk itu, Gatot menyatakan BPBD telah mengajukan sejumlah rekomandasi teknis pada instansi terkait dan yang perlu dilaksanakan masyarakat.

Antara lain, kepada masyarakat yang masih tinggal di lokasi tersebut agar lebih waspada bila terjadi hujan deras yang berlangsung lama. Selain itu, di sekitar lokasi agar dibuat aliran air permukaan/drainase agar air tidak terlalu banyak meresap ke bawah permukaan yang dapat mempercepat terjadi gerakan tanah.

”Kita juga minta warga untuk tidak mendirikan dan menghentikan pembangunan pemukiman di kawasan tersebut,” jelasnya.

Advertisement