BANYUWANGI – Setelah hujan turun pada Senin (13/3/2017), Gunung Kawah Ijen di Banyuwangi kembali menunjukkan aktivitasnya dengan mengeluarkan gas beracun dari dalam kawah.
Volume air hujan yang turun di dalam kawah mempengaruhi terjadinya perbedaan suhu. Sehingga mengakibatkan timbulnya uap dan gas dari danau kawah.
Kepala Bidang Kedaruratan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, Eka Muharam mengatakan, “Air hujan itu kan dingin tapi kalau kawah kan panas, sehingga bereaksi menimbulkan bualan-bulan. Akibatnya produksi gas beracunnya juga semakin meningkat,” terangnya.
Hingga saat ini penyebaran gas tersebut juga semakin meluas. Sehingga cukup berbahaya bagi para pengunjung maupun pendaki yang berada di gunung yang memiliki ketinggian 2443 Mdpl ini.
Ditambahkannya, satu kilometer dari kawah, gas beracun sudah bisa mengenai pengunjung. “Apalagi kalau sampai turun ke kawah di dua jalur itu, sangat bahaya,” tegasnya., dikutip dari beritajatim.
Meski demikian, status Gunung Kawah Ijen saat ini masih tetap sama dalam kondisi status aktiv normal. NAmun BPBD merekomendasikan, pengunjung diharapkan dapat berhati-hati atau menunda sesaat hingga menunggu kondisi kembali membaik.





