JAMBI – Banjir masih menggenangi beberapa wilayah di Provinsi Jambi, sehingga warga masih tinggal di pengungsian. Salah satu korban banjir yang masih bertahan adalah Muhammad Farel, balita berusia 1,6 tahun yang menderita kelainan jantung.
Ia terpaksa harus tinggal sementara di tenda pengungsian bersama orang tuanya akibat banjir yang menggenangi di wilayah Kelurahan Legok, Kota Jambi.
“Sekarang ikut tinggal di tenda pengungsian, saya khawatir tinggal dipengungsian akan mengganggu kesehatan anak saya ini, tapi ya mau bagaimana lagi,” kata Farida, Ibu Farel.
Kepada Antara, ia bercerita jika penyakit anaknya awalnya diketahui saat berusia sekitar 10 bulan mengalami panas tinggi dan sesak nafas yang kemudian langsung dibawa ke RSUD Raden Mataher Jambi untuk dilakukan perawatan.
Menurutnya dokter mengtaakan jika anaknya mengalami kelainan jantung atau Regurgitasi Katup. Setelah mengetahui anaknya didiagnosa mengalami kelainan jantung itu dirinya langsung putus asa karena membutuhkan biaya yang besar dan anaknya harus dirujuk ke RSCM Jakarta.
Kedua orang tua Farel tergolong warga yang kurang mampu, dan untuk keseharian suami Farida hanya bekerja sebagai pegawai honorer di Dinas Kebersihan Kota Jambi.
“Untuk biaya pengobatan sehari-hari anak saya saja saat ini masih menggunakan BPJS kesehatan, tidak cukup untuk biaya pengobatan di Jakarta karena harus membutuhkan uang kurang lebih Rp25 juta, saya hanya bisa berharap bantuan dari pemerintah,” katanya.
Menanggapi hal tersebut, Kabag Humas Pemkot Jambi, Abu Bakar mengatakan, saat ini tim pemerintah kota setempat saat ini sedang mempersiapkan pengobatan anak yang menderita kelainan jantung untuk dirujuk ke Jakarta.
Menurutnya Walikota Jambi sudah mendengar kabar tersebut dan langsung mengintruksikan Kadis Kesehatan untuk turun langsung melihat kondisinya, dan juga tim saat ini sedang mempersiapkan untuk merujuk ke Jakarta.





