CIPUTAT – Kelompok Mahasiswa Lingkungan Hidup dan Kemanusiaan Kembara Insani Ibnu Batutta (KMPLHK RANITA) Unit Kegiatan Mahasiswa di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang tergabung dengan aliansi Jakarta Melawan Semen, Senin (20/3/2017) sore melakukan aksi Solidaritas untuk para Petani Kendeng, Jawa Tengah yang tengah berjuang menolak Pabrik Semen di wilayahnya.
Dengan berorasi dan mengecor kaki dengan semen, mahasiswa UIN ini tunjukkan solidaritas terhadap para Petani Kendeng yang melawan Ketidakadilan atas hak-hak kehidupan dan penghidupan Petani Kendeng,Jawa Tengah.
“Aksi ini bertujuan untuk memberikan pesan kepada pemerintah untuk melaksanakan mandat hukum putusan MA atas gugatan para petani pegunungan Kendeng yang menuntut penutupan Pabrik Semen Indonesia di Rembang, Jawa Tengah,” ungkap Lina Sobariyah Arifin – Mahasiswa Antropologi dan Sosiologi Agama Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta dan Staff Bidang Penelitian dan Pengembangan KMPLHK RANITA UIN Jakarta, tim riset RANITA ini.
Dikatakan Lina, Gunung Kendeng- merupakan kawasan wilayah Hutan Lindung yang harus dilestarikan. Wilayah ini merupakan kawasan Karst, dengan batuan gamping yang melimpah, banyak mengandung Karbonat. Hal ini yang membuat PT Semen Indonesia tergiur atas wilayah ini sebagai objek untuk meningkatkan perekonomiannya.
“Sumber daya alam yang melimpah ruah, kini dikusai oleh ‘Penguasa Negeri’ mengusai dengan kerakusannya tanpa memperhatikan kehidupan dan penghidupan Petani Kendeng. Hal ini jelas melanggar UU no 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup,” terang Lina
Dijelaskannya, hal ini juga telah menyimpang dari landasan hukum UUD 1945 pasal 1 yang berbunyi Kedaulatan berada ditangan Rakyat. Tidak ada lagi kedaulatan di Indonesia. Rakyat yang mana? Toh sekarang berada ditangan Penguasa Negeri yang dengan gampangnya membeli segala sesuatu dengan selembar kertas.
Aksi Solidaritas berlanjut hari ini Selasa (21/3/2017) Pukul 13.00 WIB di Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.





