PADANGÂ — Mengitari kota Padang berkendara becak motor, berburu barang bekas dari rumah ke rumah. Profesi tersebut dilakoni Nirwan Nasution (44) semenjak ia merantau dari Medan, dan memutuskan tinggal di Seberang Pa dang.
Bersama isterinya, Mur tiani (41), Nirwan gigih bertahan hidup dan menyekolahkan anaknya dari penghasilan jual beli barang bekas yang ia lakoni dari 10 tahun lalu.
Berburu barang bekas pun butuh modal. Sebab barang bekas yang ia kumpulkan dari rumah ke rumah didapat dari proses tawar menawar dan dibeli dari warga. Selanjutnya barang-barang tersebut dikumpulkan dan dijual kembali kepada pelapak yang lebih besar, dari keuntungan penjualan itulah ia membiayai keluarganya.
Sayang, modal yang ia miliki selalu pas-pasan. Sehingga di suatu waktu ia terpaksa meminjam modal kepada rentenir.
“Kami tau itu salah, namun hanya itu solusi tercepat yang bisa kami fikirkan saat itu,” tutur Murtiani, saat mendatangi Dompet Dhuafa Singgalang untuk mengajukan modal usaha.
Setelah disurvei dan mendapat bantuan modal dari Dompet Dhuafa Singgalang, Murtiati senang tiada kepalang. Ia berusaha menutupi hutangnya ke rentenir, dan memutar modal yang tersisa sebesar Rp.500.000,- Â untuk meneruskan usahanya.
“Alhamdulillah, terimakasih donatur sehingga kami akhirnya lepas dari hutang ke rentenir, dan optimis meneruskan usaha jual beli barang bekas ini. Insya Allah kami tak akan meminjam ke rentenir lagi,”  ungkapnya pada Kamis (23/3/2017). -nisa





