Pasca Pembunuhan Faqha, Hamas Tutup Pintu Perbatasan dengan Israel

GAZA (KBK) – Setelah pembunuhan terhadap komandan senior Hamas Mazen Faqha, otoritas Hamas menutup perbatasan Gaza dengan Israel.

Hamas menyalahkan Israel dan sekutunya terhadap pembunuhan tersebut. Mazen Faqha ditembak mati di pintu masuk Kota Gaza ketika pulang larut malam, Jumat (24/3/2017) lalu.

Juru bicara Hamas di Kementerian Dalam Negeri Palestina, Iyad al-Bozum, Ahad (26/3/2017) mengumumkan, pos pemeriksaan Beit Hanoun, yang berbatasan langsung dengan Israel Erez di utara Jalur Gaza, akan ditutup sampai pemberitahuan lebih lanjut.

“Mengingat situasi kemanusiaan, hanya warga Gaza dengan kasus kemanusiaan yang akan diizinkan untuk kembali ke Gaza melalui pos pemeriksaan Beit Hanoun itu,” kata Bozum.

Bozum menegaskan, tim keamanan Hamas sedang menyelidiki pembunuhan terhadap Faqha ini.

Dia meminta warga Gaza dan media untuk bertanggung jawab dalam memberitakan kasus ini agar tidak beredar rumor yang jauh dari kebenaran.

Mahmoud al-Zahar, seorang pejabat senior Hamas, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa Hamas tidak akan mengumumkan bagaimana rencana untuk menanggapi pembunuhan itu. “Tetapi darah orang-orang kita (Palestina- Red) tidak akan sia-sia, terutama dalam kejahatan besar ini,” ungkapnya.

Apakah kelompok Hamas berencana akan menanggapi secara militer, al-Zahar mengatakan, “Ini adalah masalah keamanan yang kami tidak dapat mengungkapkan. Tapi yang pasti, entitas Israel akan mendapat balasannya.”

Jubir Hamas mengatakan, Faqha ditembak empat kali di kepala dengan pistol. Kelompok itu mengatakan bahwa Israel dan “kolaborator” bertanggung jawab atas pembunuhan itu.

Fazen Faqha

Seperti diinfokan Al Jazeera, Faqha, 38, adalah seorang pejabat senior Hamas di Tepi Barat kawasan yang dijajah Israel. Ia dipenjara oleh Israel pada tahun 2003 dengan tuduhan merencanakan serangan terhadap Israel.

Dia dijatuhi hukuman sembilan tahun, kemudian dibebaskan ke Jalur Gaza sebagai salah satu dari lebih dari 1.000 tahanan Palestina, Israel melepaskan Faqha dalam pertukaran untuk prajurit Gilad Shalit.

Shalit ditahan di Gaza setelah ditangkap dalam serangan lintas-perbatasan pada tahun 2006.

Seorang jurubicara militer Israel menolak untuk mengomentari pembunuhan di daerah kantong pesisir Palestina Hamas, yang telah berada di bawah blokade Israel sejak 2006 itu.

Advertisement