UNHCR Berharap Negara Teluk Lebih Banyak Beri Bantuan untuk Suriah

ilisutrasi pengungsi/Ist
KUWAIT – Seorang pejabat Badan Pengungsi PBB (UNHCR), pada Minggu (2/4/2017) menyerukan negara-negara Teluk Arab untuk memberikan lebih banyak bantuan untuk warga Suriah yang mengungsi.

Dalam kunjungan ke Kuwait untuk menandatangani perjanjian bantuan $ 10 juta untuk pengungsi Suriah di Irak,  Wakil Komisaris UNHCR, Kelly T. Clements juga mengatakan badan PBB menyesalkan  fakta bahwa jumlah pengungsi yang melarikan diri perang sipil Suriah telah melewati 5 juta orang.


“Bagi kami di UNHCR, kami tidak merayakan tonggak ini. Kami sebenarnya mencoba untuk tidak menyorotinya  karena itu bukan cerita yang bagus,” ujar Clements kepada Reuters. Bn

“Ini berarti pada dasarnya bahwa kita belum melihat solusi politik untuk memungkinkan bagi orang untuk pulang ke rumah dengan aman,” ujarnya pesimis bahwa tanda perbaikan di Suriah akan segera terlahir.

Clements mengatakan bahwa selain dari 5 juta pengungsi, ada 13,5 juta orang yang telah mengungsi di dalam wilayah Suriah, beberapa dari mereka pindah dua, tiga hingga empat kali ke tempat yang berbeda.

“Mereka tidak mampu untuk menghidupi keluarga mereka. Mereka dalam bahaya,  Mereka tidak mampu menyekolahkan anak-anak merek. Statistik kami telah menunjukkan bahwa sekitar satu juta setengah anak di Suriah tidak sekolah,” kata Clements.

Sementara itu berbicara masalah penandatanganan perjanjian bantuan dengan Kuwait Fund for Arab Economic Development, Clement mengatakan bahwa Kuwait adalah donor terbesar keenam UNHCR, yang telah memberikansekitar  $ 360 juta antara tahun 2013 dan 2015.

Negara GCC lain belum cukup banyak menyumbangkan dananya seperti Kuwait, bahkan angkanya masih jauh,” kata Clements, merujuk pada enam negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk yang sebagian besar adalah produsen minyak dunia.
Advertisement