SURIAH – Setidaknya 58 orang, termasuk sembilan anak-anak, tewas dalam serangan udara “gas beracun” di wilayah yang dikuasai pemberontak Khan Sheikhoun di Suriah pada Selasa (4/4/2017).
Serangan itu menyebabkan banyak orang tersedak atau pingsan, dan beberapa mengeluarkan busa dari mulut mereka. Lembaga pemantau Hak Asasi Manusia Suriah yang berbasis di Inggris mengatakan, mereka mengutip sumber-sumber medis yang menggambarkan gejala sebagai tanda-tanda kemungkinan dari serangan gas.
Warga setempat mengatakan, serangan itu dimulai di pagi hari, ketika mereka mendengar pesawat di langit diikuti oleh serangkaian ledakan keras.
Kementerian pertahanan Rusia membantah melakukan serangan, dan mengatakan kepada kantor berita RIA milik negara tidak ada pemboman serangan gas. Pemerintah Suriah telah berulang kali membantah menggunakan senjata tersebut dan tentara Suriah tidak bisa segera dihubungi untuk memberikan komentar.
Sementara itu kantor berita AFP, mengutip salah satu wartawannya di tempat kejadian, mengatakan roket telah menghantam sebuah rumah sakit di mana korban dirawat.





