Bom Mogadishu, Pengamanan Ekstra Ketat

Setelah serangan bom keamanan Somalia diperketat. Polisi memeriksa barang bawaan setiap orang yang datang dan keluar Somalia. Foto: Amirul Hasan/KBK

MOGADISHU (KBK) —Setelah serangan bom mobil bunuh diri di Mogadsihu pada Rabu (5/4) lalu, pengamanan di ibu kota Somalia diperketat. Pelaku serangan diduga kuat dari kelompok Al Shabab.

Pantauan KBK, sejumlah objek vital diepenuhi tantara dan polisi Somalia. Sementara di sepanjang jalan menuju Bandara Aden Abdullehi, tantara dari Uni Afrika juga turun tangan memeriksa semua kendaraan yang lewat. Mereka membuka kap depan mobil, bagasi, dan kabin. Anjing pelacak pun dikerahkan untuk mencari benda-benda yang mencurigakan.

“Pengamanan diperketat karena ada bom kemarin,” kata Zahir, pengemudi yang mengantar kami ke bandara, Kamis (6/4).

Setiap penumpang ke bandara juga harus melalui pos pemeriksaan yang membuat “tidak nyaman”. Sedikitnya ada 5 kali pemeriksaan bagi penumpang sebelum benar-benar naik ke pesawat. Pertama, di lobi bandara, semua penumpang yang akan masuk harus meletakkan tas di lantai teras bandara. Tas yang berjejer itu diendus anjing satu per satu.

Setelah selesai, tas bagasi maupun kabin kembali harus diperiksa melalui X-Ray saat masuk ke ruang bandara. Semua peralatan eletronik harus dibuka dan dinyalakan. Demikian halnya setelah melewati pintu imigrasi. Semua penumpang harus melalui pintu metal detector, dan membuka sepatu yang dikenakan.

Tak cukup sampai di situ, saat masuk ruang tunggu, calon penumpang juga harus kembali menanggalkan sepatu, membuka tas, dan menyalakan semua peralatan elektronik. Petugas pun memeriksa tubuh penumpang dengan meraba beberapa bagian tubuh.

Terakhir, sesaat sebelum menaiki pesawat. Lagi-lagi tas bawaan penumpang yang akan dibawa ke kabin harus diletakkan di apron. Petugas keamanan kembali membawa anjing dan mengendus setiap barang bawaan penumpang. “Memang tidak nyaman, tapi mau tidak mau harus kita ikuti, karena situasinya memang tidak bisa diprediksi,” ujar Syamsul Ardiansyah, salah satu penumpang Turkish Airlines.

Advertisement