Demi Hidupi Keluarga. Kisah Pengamen Boneka ini Bikin Terenyuh

mengamen
Purnomo bersama bonekanya saat mengamen. Foto Dok Milah Azkia

JAKARTA – Boneka berbentuk manusia itu berjoget. Di belakangnya tampak Purnomo (59) menggendong, tanpa alas kaki Purnomo mahir meliuk-liuk di tengah kemacetan.Tiap jendela mobil ia sambangi berharap ada secercah uang receh yang masuk ke dalam tabung kuning yang dikalungi sang boneka. Tak lama kemudian Purnomo duduk di trotoar.

Itu lah dia kehidupan Purnomo sejak 2 tahun ini. Menjadi pengamen jalanan sebetulnya bukan impian Purnomo namum keadaan berkata lain. Jauh sebelum Purnomo turun ke jalan, bapak 3 anak ini merupakan karyawan di sebuah proyek. Di tempat itu pun Purnomo tak jarang menelan pahitnya hidup.

Selama kerja di proyek kurang lebih 20 tahun, Purnomo pernah tidak dibayar 3 bulan karena mandornya kabur.Guna menutup keperluan hidup Purnomo terpaksa berhutang dan baru bisa dilunasi setelah Purnomo menjual kambing milik orang tuanya.

Tak berselang lama musibah menimpa Purnomo, saat ingin mengambil adukan semen ia terjatuh hingga di diagnosa struk oleh dokter.Untuk itu mengamen pun hanya Puromo lakukan seminggu 3 kali karena kakainya yang tidka bisa diajak kompromi lagi.

“Rumah Pak Purnomo di Tambun Bekasi, setiap ngamen bapak naik angkot menuju Mutiara Gading Timur, Dukuh Zambrud dan Grand Wisata Cibubur Jakarta Timur. Di sana tempat mengamennya.Tak jarang bapak di usir satpam dan pernah juga di usir aparat berseragam, tidak tahu alasannya apa,” tulis netizen bernama Millah Azkia netizen yang membagikan dan memviralkan kehidupan Purnomo di group Ketimbang Ngemis Jakarta.

“Beliau cerita katanya kakinya sering sakit & kambuh kalau jalan jauh. kalau kakinya udah mati rasa dia langsung duduk buat istirahat. Kalau dipaksa malah struk parah sampe tidak bisa jalan pulang katanya. Jadi tiap berapa meter dia berenti buat istirahatin kakinya,” lanjut Millah.

Musibah tak berhenti disitu, dalam keterangannya Millah menuturkan bahwa Purnomo juga pernah tertipu sampai jutaan rupiah dengan iming-iming anak pertamanya yang baru lulus SMA bisa dapat kerja.

Celakanya uang yang telah hilang itu merupakan uang hasil pinjaman rentenir. Alhasil setiap keuntungan mengamen selalu Purnomo sisihkan untuk mmembayar hutang dan bunganya.

“Saya sering liat bapak ini di deket Bunderan Patung Elang kalo. Sebelum Ayam Lepas, deket Toko Buku Nova Dukuh Zambrud dan biasanya beliau adanya pas pulang kerja atau sore,” tulis Millah

Advertisement