17 Siswa di Gorontalo Harus Jalan Kaki Sejauh 47 Km untuk Ikut UNBK

Siswa di Gorontalo berjalan sejauh 47 Km untuk ikuti UNBK/ Harian Gorontalo

GORONTALO – 17 siswa asal SMA Negeri Pinogu, Bone Bolango harus mengikuti   Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dengan berjalan kaki sejauh 47 kilometer (km).

Bagi mereka, siswa asal Pinogu, komputer adalah barang yang langkah nan mewah. Jangankan untuk belajar tentang komputer baik sorftware maupun hardware, barang elektronik multifungsi ini tak ada di sekolah mereka.

Karenanya, dalam mengahadapi UN mereka tidak hanya harus belajar tentang mata pelajaran, namun mereka juga harus berusaha untuk bisa menggunakan komputer. Ditambah lagi, sekolah yang baru beroperasi sejak 2014 itu belum diizinkan menyelenggarakan Unas secara mandiri, sehingga mereka menggunakan laboratorium komputer milik SMK Negeri 1 Suwawa untuk ikuti UNBK.

“Kami tidak pernah ikut try out, tapi insya Allah tetap lulus 100 persen,” Sintia Damilu, salah satu siswa peserta UNBK asal Pinogu saat ditemui Gorontalo Post di Suwawa, mengutip Harian Gorontalo, Kamis (13/4/2017).

Simulasi dilaksanakan hampir seharian pada Sabtu (8/4) atau H-2 pelaksanaan UNBK. Simulasi baru bisa dilakukan hari itu, karena para siswa ini baru tiba di Suwawa pada Jumat (7/4).

“Pelatihan mengisi jawaban di Komputer dibelajarkan kepada kami Sabtu (8/4) kemarin,” kata Sintia.

Perjuangan yang paling menantang adalah mereka harus  ke Suwawa dengan perjalanan yang tidak mudah. Sintia dan rekan-rekanya harus melalui hutan belantara sejauh 47 KM dengan jalan kaki. Memang wilayah Pinogu merupakan wilayah terisolir. Tidak ada akses jalan ke sana.

Jalan kaki adalah cara paling baik untuk menuju dari dan ke Pinogu. Bagi warga yang baru pertama ke Pinogu, jalan kaki akan ditempuh dengan wkatu 9-12 jam. N

amun bagi para siswa, rute Pinogu-Suwawa hanya ditempu dengan 6 jam saja. Hal itu karena mereka memang sudah terbiasa dengan berjalan kaki.

Advertisement